(Ingin tahu akhir kisah sang Satpam SPBU yang berdialog dengan Ustadz Mansur, silakan disimak).
Sebab apa? Sebab kata si sekuriti, pasca dia benahin shalatnya, dan dia sedekah besar yang belum pernah dia lakukan seumur hidupnya, yakni hidupnya di bulan depan yang dia pertaruhkan, terjadi keajaiban.
Di kampung, ada transaksi tanah, yang melibatkan dirinya. Padahal dirinya ga trlibat secara fisik. Sekedar memediasi saja lewat sms ke pembeli dan penjual. Katanya, dari transaksi ini, Allah persis mengganti 10x lipat. Bahkan lebih. Dia sedekah 1,7jt gajinya.
Tapi Allah mengaruniainya komisi penjualan tanah di kampungnya sebesar 17,5jt. Dan itu trjadi begitu cepat. Sampe-sampe bulan kemaren juga belum selesai. Masih tanggalan bulan kemaren, belum berganti bulan.
Kata si sekuriti, sadar kekuatannya ampe kayak gitu, akhirnya dia malu sama Allah. Motornya yang selama ini dia sayang-sayang, dia jual! Uangnya melek-melek buat sedekah. Tuh motor dia pake buat ngeberangkatin Haji satu-satunya ibunya yang masih hidup. Subhaanallaah kan? Itu jual motor, kurang. Sebab itu motor dijual cepat harganya ga nyampe 13 juta. Tapi dia tambahin 12 juta dari 17jt uang cash yang dia punya. Sehingga ibunya punya 25 juta. Tambahannya dari simpenan ibunya sendiri.
Si sekuriti masih bercerita, bahwa dia merasa aman dengan uang 5 juta lebihan transaksi. Dan dia merasa ga perlu lagi motor. Dengan uang ini, ia aman. Ga perlu kasbon.
Mendadak si bos itu yang kagum. Dia lalu kumpulin semua karyawannya, dan menyuruh si sekuriti ini bercerita tentang keberkahan yang dilaluinya selama 1 bulan setengah ini.
Apakah cukup sampe di situ perubahan yang terjadi pada diri si sekuriti?
Engga. Oleh owner pom bensin sekuriti yang sarjana Akuntansi itu dimutasi di perusahaan si owner yang lain, dan dijadikan staff keuangan di sana. Masya Allah, masya Allah, masya Allah. Berubah, berubah, berubah.
Bersambung....... (The Conclusion-4th Part)
WELCOME TO SNIPER DEPOK CLUB BLOG
Terimakasih anda telah berkunjung ke blog kami.
Blog SNIPER Club berisi 8 kolom informasi yang disebut "Pojok." Ada Pojok Pengumuman, Pojok Renungan, Pojok Mejeng, Pojok Ngocol, Pojok Anti Crime, Pojok Sehat, Pojok Ekubank dan Pojok Tunggangan.
Pojok-Pojok itu tidak hanya bisa dibaca, bro and sis serta pengunjung Blog juga dapat mengirimkan tulisannya ke kolom tersebut karena Blog ini terbuka untuk umum dalam mengungkapkan buah pemikiran.
Tak ada gading yang tak retak, kami tetap perlu komentar dan masukan positif dari para pengunjung yang terhormat, demi makin baiknya contents maupun tampilan blog Sniper Club.
Salam SNIPER
Blog SNIPER Club berisi 8 kolom informasi yang disebut "Pojok." Ada Pojok Pengumuman, Pojok Renungan, Pojok Mejeng, Pojok Ngocol, Pojok Anti Crime, Pojok Sehat, Pojok Ekubank dan Pojok Tunggangan.
Pojok-Pojok itu tidak hanya bisa dibaca, bro and sis serta pengunjung Blog juga dapat mengirimkan tulisannya ke kolom tersebut karena Blog ini terbuka untuk umum dalam mengungkapkan buah pemikiran.
Tak ada gading yang tak retak, kami tetap perlu komentar dan masukan positif dari para pengunjung yang terhormat, demi makin baiknya contents maupun tampilan blog Sniper Club.
Salam SNIPER
18 November 2008
Mencegah Rasa Sepi
Bergabung dengan kelompok atau organisasi tertentu yang memiliki kesamaan kepentingan(misal dengan Club SNIPER), dapat mencegah rasa sepi. Kesepian hanya akan memberikan dampak tidak menyenangkan bagi perkembangan jiwa. Nggak percaya? Coba intip hal-hal apa yang harus dilakukan kita untuk membuat jiwa happy, seperti dikutip dari situs www.yourhealth.calgaryhealtregion.ca berikut :
1). Cobalah untuk selalu menciptakan relasi yang bermakna bagi orang lain.
2). Bangun kedekatan emosional baik dengan keluarga ataupun sahabat.
3). Perluas pergaulan. Bahkan, ciptakan networking dengan semua orang yang baru maupun sudah dikenal.
4). Bergabung dengan kelompok atau organisasi tertentu yang memiliki kesamaan kepentingan.
5). Interaksi dengan keluarga, sahabat dan handai tolan tidak hanya dapat dilakukan dengan bertatap muka. Manfaatkan jasa teknologi seperti telepon, surat, e-mail untuk tetap menjalin relasi.
6. Bermain dengan hewan peliharaan dapat menghibur diri, tapi ingat, memelihara hewan membutuhkan komitmen.
7. Rencanakan bepergian bersama para sahabat dan relasi.
8. Membantu sesama bisa mencegah dari rasa sepi, dengan bergabung sebagai sukarelawan.
9. Bergabung dengan komunitas spiritual.
10. Bergabung dengan klub kebugaran, sehingga tidak cuma sehat secara fisik tapi juga dapat bertemu dan berkenalan dengan orang-orang baru.
Masih merasa kesepian, biarpun sudah melakukan salah satu atau beberapa langkah di atas? Gampang koq, nge-browse and baca abiez seluruh tulisan di Blog Club SNIPER.
Masih juga kesepian, padahal udah baca abiez tulisan di Blog ampe titik koma? Menurut situs di atas, sebaiknya berkonsultasi ke psikolog. Karena sebenarnya anda mengalami depresi yang membuat sulit untuk menikmati hidup.
1). Cobalah untuk selalu menciptakan relasi yang bermakna bagi orang lain.
2). Bangun kedekatan emosional baik dengan keluarga ataupun sahabat.
3). Perluas pergaulan. Bahkan, ciptakan networking dengan semua orang yang baru maupun sudah dikenal.
4). Bergabung dengan kelompok atau organisasi tertentu yang memiliki kesamaan kepentingan.
5). Interaksi dengan keluarga, sahabat dan handai tolan tidak hanya dapat dilakukan dengan bertatap muka. Manfaatkan jasa teknologi seperti telepon, surat, e-mail untuk tetap menjalin relasi.
6. Bermain dengan hewan peliharaan dapat menghibur diri, tapi ingat, memelihara hewan membutuhkan komitmen.
7. Rencanakan bepergian bersama para sahabat dan relasi.
8. Membantu sesama bisa mencegah dari rasa sepi, dengan bergabung sebagai sukarelawan.
9. Bergabung dengan komunitas spiritual.
10. Bergabung dengan klub kebugaran, sehingga tidak cuma sehat secara fisik tapi juga dapat bertemu dan berkenalan dengan orang-orang baru.
Masih merasa kesepian, biarpun sudah melakukan salah satu atau beberapa langkah di atas? Gampang koq, nge-browse and baca abiez seluruh tulisan di Blog Club SNIPER.
Masih juga kesepian, padahal udah baca abiez tulisan di Blog ampe titik koma? Menurut situs di atas, sebaiknya berkonsultasi ke psikolog. Karena sebenarnya anda mengalami depresi yang membuat sulit untuk menikmati hidup.
17 November 2008
The Process-2nd Part
(Masih ingat dialog Ustadz Yusuf Mansur dengan Satpam SPBU? Inilah lanjutannya)
Sekuriti ini kemudian maju ke atasannya, mau kasbon. Ketika ditanya buat apa? Dia nyengir ga jawab. Tapi ketika ditanya berapa? Dia jawab, Pol. Satu koma tujuh. Semuanya.
"Mana bisa?" kata komandannya.
"Ya Pak, saya kan ga pernah kasbon. Ga pernah berani. Baru ini saya berani".
Komandannya terus mengejar, buat apa? Akhirnya mau ga mau sekuriti ini jawab dengan menceritakan pertemuannya dengan saya.
Singkat cerita, sekuriti ini direkomendasikan untuk ketemu langsung sama ownernya ini pom bensin.. Katanya, kalau pake jalur formal, dapet kasbonan 30% aja belum tentu lolos cepet. Alhamdulillah, bos besarnya menyetujui. Sebab komandannya ini ikutan merayu, "Buat sedekah katanya Pak", begitu kata komandannya.
Subhaanallaah, satu pom bensin itu menyaksikan perubahan ini. Sebab cerita si sekuriti ini sama komandannya, yang merupakan kisah pertemuannya dengan saya, menjadi kisah yang dinanti the end story nya. Termasuk dinanti oleh bosnya.
"Kita coba lihat, berubah ga tuh si sekuriti nasibnya", begitulah pemikiran kawan-kawannya yang tahu bahwa si sekuriti ini ingin berubah bersama Allah melalui jalan shalat dan sedekah.
Hari demi hari, sekuriti ini dilihat sama kawan-kawannya rajin betul shalatnya. Tepat waktu terus. Dan lumayan istiqamah ibadah-ibadah sunnahnya. Bos nya yang mengetahui hal ini, senang. Sebab tempat kerjanya jadi barokah dengan adanya orang yang mendadak jadi saleh begini. Apalagi kenyataannya si sekuriti ga mengurangi kedisiplinan kerjaannya. Malah tambah cerah mukanya, sebab dia menunggu janjinya Allah. Dan dia tahu janji Allah pastilah datang. Begitu katanya, menantang ledekan kawan-kawannya yang pada mau ikutan rajin shalat dan sedekah, asal dengan catatan dia berhasil dulu.
Suatu hari bos nya pernah berkata, "Kita lihatin nih dia. Kalo dia ga kasbon saja, berarti dia berhasil. Tapi kalo dia kasbon, maka kelihatannya dia gagal. Sebab buat apa sedekah 1 bulan gaji di depan yang diambil di muka, kalau kemudian kas bon. Percuma".
Tapi subhaanallah, sampe akhir bulan berikutnya, si sekuriti ini ga kasbon.
Berhasil kah?
Tunggu dulu. Kawan-kawannya ini ga melihat motor besarnya lagi. Jadi, tidak kasbonnya dia ini, sebab kata mereka barangkali aman sebab jual motor. Bukan dari keajaiban mendekati Allah.
Saatnya ngumpul dengan si bos, ditanyalah si sekuriti ini sesuatu urusan yang sesungguhnya adalah rahasia dirinya.
"Bener nih, ga kasbon? Udah akhir bulan loh. Yang lain bakalan gajian. Sedang situ kan udah diambil bulan kemaren".
Sekuriti ini bilang tadinya sih dia udah siap-siap emang mau kasbon kalo ampe pertengahan bulan ini ga ada tanda-tanda. Tapi kemudian cerita si sekuriti ini benar-benar bikin bengong orang pada.
Bersambung....... (The Ending Story-3rd Part)
Sekuriti ini kemudian maju ke atasannya, mau kasbon. Ketika ditanya buat apa? Dia nyengir ga jawab. Tapi ketika ditanya berapa? Dia jawab, Pol. Satu koma tujuh. Semuanya.
"Mana bisa?" kata komandannya.
"Ya Pak, saya kan ga pernah kasbon. Ga pernah berani. Baru ini saya berani".
Komandannya terus mengejar, buat apa? Akhirnya mau ga mau sekuriti ini jawab dengan menceritakan pertemuannya dengan saya.
Singkat cerita, sekuriti ini direkomendasikan untuk ketemu langsung sama ownernya ini pom bensin.. Katanya, kalau pake jalur formal, dapet kasbonan 30% aja belum tentu lolos cepet. Alhamdulillah, bos besarnya menyetujui. Sebab komandannya ini ikutan merayu, "Buat sedekah katanya Pak", begitu kata komandannya.
Subhaanallaah, satu pom bensin itu menyaksikan perubahan ini. Sebab cerita si sekuriti ini sama komandannya, yang merupakan kisah pertemuannya dengan saya, menjadi kisah yang dinanti the end story nya. Termasuk dinanti oleh bosnya.
"Kita coba lihat, berubah ga tuh si sekuriti nasibnya", begitulah pemikiran kawan-kawannya yang tahu bahwa si sekuriti ini ingin berubah bersama Allah melalui jalan shalat dan sedekah.
Hari demi hari, sekuriti ini dilihat sama kawan-kawannya rajin betul shalatnya. Tepat waktu terus. Dan lumayan istiqamah ibadah-ibadah sunnahnya. Bos nya yang mengetahui hal ini, senang. Sebab tempat kerjanya jadi barokah dengan adanya orang yang mendadak jadi saleh begini. Apalagi kenyataannya si sekuriti ga mengurangi kedisiplinan kerjaannya. Malah tambah cerah mukanya, sebab dia menunggu janjinya Allah. Dan dia tahu janji Allah pastilah datang. Begitu katanya, menantang ledekan kawan-kawannya yang pada mau ikutan rajin shalat dan sedekah, asal dengan catatan dia berhasil dulu.
Suatu hari bos nya pernah berkata, "Kita lihatin nih dia. Kalo dia ga kasbon saja, berarti dia berhasil. Tapi kalo dia kasbon, maka kelihatannya dia gagal. Sebab buat apa sedekah 1 bulan gaji di depan yang diambil di muka, kalau kemudian kas bon. Percuma".
Tapi subhaanallah, sampe akhir bulan berikutnya, si sekuriti ini ga kasbon.
Berhasil kah?
Tunggu dulu. Kawan-kawannya ini ga melihat motor besarnya lagi. Jadi, tidak kasbonnya dia ini, sebab kata mereka barangkali aman sebab jual motor. Bukan dari keajaiban mendekati Allah.
Saatnya ngumpul dengan si bos, ditanyalah si sekuriti ini sesuatu urusan yang sesungguhnya adalah rahasia dirinya.
"Bener nih, ga kasbon? Udah akhir bulan loh. Yang lain bakalan gajian. Sedang situ kan udah diambil bulan kemaren".
Sekuriti ini bilang tadinya sih dia udah siap-siap emang mau kasbon kalo ampe pertengahan bulan ini ga ada tanda-tanda. Tapi kemudian cerita si sekuriti ini benar-benar bikin bengong orang pada.
Bersambung....... (The Ending Story-3rd Part)
ETOS KERJA
1. Outgoing personality : jarang di tempat! Jalan-jalan melulu
2. Great presentation skills : pinter ngebual
3. Good communication skills : chating mulu, ngobrol sana-sini
4. Works first! : bingung mikirin jodoh
5. Active socially : suka ngabisin makanan orang
6. Independent worker : sibuk sendiri, orang lain gak tau apa yang dikerjain
7. Quick thinking : pinter ngeles
8. Careful thinker : gak bisa ngambil keputusan
9. Good thinker for dificult jobs : sukses berkat kerja keras orang lain
10. Good leadership : suaranya kuenceng tenaan
11. Good judgement : lucky terus..
12. Good sense of humour : banyak stock humor porno
13. Career minded : suka ngejelek2in pekerjaan orang lain
14. Loyal : gak dapet pekerjaan di tempat lain
15. Great value of company : datang tepat waktu
16. Good credibility : ngutang terus! kolektor kartu kredit
17. Pegawai negri minded : pinter cari tempat dan waktu untuk tidur
18. Wide knowledge : browsing truss!! download truss!
19. Open minded : suka ngintip email orang
20. Efficient worker : lagi ngejar uang efesiensi
21. Good team work : cepat bikin team ..kalo lagi banyak kerjaan
22. Potential worker : nyari lowongan truss!!
23. Entrepreneurship minded : gak bisa diatur! maunya kerja sendiri
24. Key person : pegang kunci...suka over time
25. Good vision : punya banyak stock gambar syurrr
26. Good listener : tukang gosip, suka nguping pembicaraan orang
27. Problem solver : orang yang tepat buat dimaki2 saat ada problem
28. Good emotional intelligence : menyelesaikan persoalan dengan marah2
29. High intelligence quotient : intelegensinya dipertanyakan
30. Good management : punya asisten, konsultan & outsource, tinggal nyantai.
2. Great presentation skills : pinter ngebual
3. Good communication skills : chating mulu, ngobrol sana-sini
4. Works first! : bingung mikirin jodoh
5. Active socially : suka ngabisin makanan orang
6. Independent worker : sibuk sendiri, orang lain gak tau apa yang dikerjain
7. Quick thinking : pinter ngeles
8. Careful thinker : gak bisa ngambil keputusan
9. Good thinker for dificult jobs : sukses berkat kerja keras orang lain
10. Good leadership : suaranya kuenceng tenaan
11. Good judgement : lucky terus..
12. Good sense of humour : banyak stock humor porno
13. Career minded : suka ngejelek2in pekerjaan orang lain
14. Loyal : gak dapet pekerjaan di tempat lain
15. Great value of company : datang tepat waktu
16. Good credibility : ngutang terus! kolektor kartu kredit
17. Pegawai negri minded : pinter cari tempat dan waktu untuk tidur
18. Wide knowledge : browsing truss!! download truss!
19. Open minded : suka ngintip email orang
20. Efficient worker : lagi ngejar uang efesiensi
21. Good team work : cepat bikin team ..kalo lagi banyak kerjaan
22. Potential worker : nyari lowongan truss!!
23. Entrepreneurship minded : gak bisa diatur! maunya kerja sendiri
24. Key person : pegang kunci...suka over time
25. Good vision : punya banyak stock gambar syurrr
26. Good listener : tukang gosip, suka nguping pembicaraan orang
27. Problem solver : orang yang tepat buat dimaki2 saat ada problem
28. Good emotional intelligence : menyelesaikan persoalan dengan marah2
29. High intelligence quotient : intelegensinya dipertanyakan
30. Good management : punya asisten, konsultan & outsource, tinggal nyantai.
Keripik Setan
Beberapa hari yang lalu, sales perusahaan salah satu rekan membawa produk yang namanya "kripik setan". Dinamakan demikian oleh karena rasanya yang luar biasa pedas.
Harganya? Murah meriah. Dua ratus perak sanggup bikin yang paling tabah sekalipun "nangis" sesenggukan.
Rasanya hebat, gurih, wangi dan lezat. Tapi setelah satu bungkus habis, perlu minum 1,5 liter aqua untuk
menghilangkan rasa pedas yang luar biasa.
Iseng-iseng, produk tersebut dikirimkan kepada R&D perusahaan rekan. Dikarenakan timbul kecurigaan terhadap produk ini. Harganya cuma 200 perak, tapi saat ini harga cabe luar biasa mahal. Terakhir kali beli cabe, pembantu hanya dapat dua butir rawit untuk uang Rp200.
Hasilnya.... . luar biasa. Ternyata rasa pedas dari keripik tersebut diperoleh lebih banyak dari.......balsem gosok. Hiiii....balsem obat gosok tersebut, diolah menjadi makanan.
Produk kripset ini lagi beken banget di daerah bogor dan depok.
Masih banyak lagi makanan-makanan ajaib di luar sana. Sekedar gambaran, mungkin bro and sis pernah bertemu produk makanan ringan untuk anak-anak dengan merek ga jelas, dijual murah banget (gopek kebawah). Buat yang ngerti itung-itungan pasti bertanya-tanya, bagaimana mungkin bisa memproduksi barang semurah itu. Hampir mustahil. Untuk itu, salah satu rekan mendatangi beberapa perusahaan yang masuk kategori kecil/industri rumah tangga.
Nah ini yang ditemukan. Untuk mengaduk material utama dengan bumbu, supaya bisa merata, diperlukan mesin yang namanya molen. Mesin ini cara kerjanya hampir mirip dengan mesin molen buat ngaduk semen.
Ke dalam mesin ini, material utama dimasukkan bersama bumbu terus di aduk merata. Pada pelaksanaannya, bisa dipastikan TIDAK MUNGKIN meniadakan produk terbuang. Karena, pada saat di putar, pasti sejumlah material akan terlempar keluar. Ini tidak bisa dihindari. Inilah yang membuat produk
tersebut menjadi mahal. Nah....untuk produsen ecek-ecek, materi sisa yang tercecer di lantai tersebut disapu lalu dimasukkan kembali ke dalam molen. Barang yang seperti itulah yang dibeli oleh anak-anak kita di kantin sekolah.
Sadis. Ini kisah nyata lho. Bukan mau menjelek-jelekan home industry, tapi hanya agar berhati-hati dengan produk makanan yang sangat murah. Bahkan kemasan cemilan seperti itu juga tercetak ijin Depkes di kemasannya. Ga tahu ijin boong-boongan atau emang asli.
Harganya? Murah meriah. Dua ratus perak sanggup bikin yang paling tabah sekalipun "nangis" sesenggukan.
Rasanya hebat, gurih, wangi dan lezat. Tapi setelah satu bungkus habis, perlu minum 1,5 liter aqua untuk
menghilangkan rasa pedas yang luar biasa.
Iseng-iseng, produk tersebut dikirimkan kepada R&D perusahaan rekan. Dikarenakan timbul kecurigaan terhadap produk ini. Harganya cuma 200 perak, tapi saat ini harga cabe luar biasa mahal. Terakhir kali beli cabe, pembantu hanya dapat dua butir rawit untuk uang Rp200.
Hasilnya.... . luar biasa. Ternyata rasa pedas dari keripik tersebut diperoleh lebih banyak dari.......balsem gosok. Hiiii....balsem obat gosok tersebut, diolah menjadi makanan.
Produk kripset ini lagi beken banget di daerah bogor dan depok.
Masih banyak lagi makanan-makanan ajaib di luar sana. Sekedar gambaran, mungkin bro and sis pernah bertemu produk makanan ringan untuk anak-anak dengan merek ga jelas, dijual murah banget (gopek kebawah). Buat yang ngerti itung-itungan pasti bertanya-tanya, bagaimana mungkin bisa memproduksi barang semurah itu. Hampir mustahil. Untuk itu, salah satu rekan mendatangi beberapa perusahaan yang masuk kategori kecil/industri rumah tangga.
Nah ini yang ditemukan. Untuk mengaduk material utama dengan bumbu, supaya bisa merata, diperlukan mesin yang namanya molen. Mesin ini cara kerjanya hampir mirip dengan mesin molen buat ngaduk semen.
Ke dalam mesin ini, material utama dimasukkan bersama bumbu terus di aduk merata. Pada pelaksanaannya, bisa dipastikan TIDAK MUNGKIN meniadakan produk terbuang. Karena, pada saat di putar, pasti sejumlah material akan terlempar keluar. Ini tidak bisa dihindari. Inilah yang membuat produk
tersebut menjadi mahal. Nah....untuk produsen ecek-ecek, materi sisa yang tercecer di lantai tersebut disapu lalu dimasukkan kembali ke dalam molen. Barang yang seperti itulah yang dibeli oleh anak-anak kita di kantin sekolah.
Sadis. Ini kisah nyata lho. Bukan mau menjelek-jelekan home industry, tapi hanya agar berhati-hati dengan produk makanan yang sangat murah. Bahkan kemasan cemilan seperti itu juga tercetak ijin Depkes di kemasannya. Ga tahu ijin boong-boongan atau emang asli.
Adukan Preman ke Call Center Polres Jakarta Timur
E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Bagi anda yang sering merasa diresahkan oleh ulah para
preman, kini anda bisa mengadukan langsung ke polisi. Untuk anda yang
berada di wilayah Jakarta Timur, inilah beberapa nomor pejabat
kepolisian resort Jakarta Timur yang bisa anda hubungi secara langsung.
Kapolres Jakarta Timur Kombes Hassanudin 021.68681985 / 8191476
Wakapolres Jakarta Timur AKBP Herry Purnomo 08161403749
Kabag Operasi AKBP Kuncoro Yakti 08161828557/ 70998557
Kabag Binamitra AKBP Sumardi 081398218999
Kabag Min AKBP Sumbono 0818187605
Kasat Intelkam Kompol Sumarman 08161113472
Kasat Reskrim Kompol Roycke Harry Langie 08128949494
Kasat Narkoba Kompol Gembong Yudha 0818181695
Kasat Samapta Kompol L. Sutardi 0818704957
Kasat Lantas AKP I Wayan Gede Ardana 081573014999
Kapolsek Pasar Rebo Kompol Suhartono 087880083967
Kapolsek Pulogadung Kompol P. Simarmata 081811175131
Kapolsek Cakung Kompol Yayat Popon 081382861995
Kaspolsek Ciracas Kompol Ngadiya 0818795174
Kapolsek Duren Sawit Kompol Titik Setyowati 0811184810
Kapolsek Kramat Jati Kompol Patar L Touran 081380541959
Kapolsek Jatinegara AKP Sriyanto 08159585257
Kapolsek Cipayung Kompol Suwandi 081388766222
Kapolsek Makassar AKP Senen 08129447555
"Silakan Anda hubungi kami apabila Anda melihat atau menjadi korban
premanisme. Telepon kami 24 jam," ujar Kapolres Jakarta Timur, Kombes
Hassanudin ketika dihubungi detikcom, Kamis (6/11/2008). (mei/nwk)
Jakarta - Bagi anda yang sering merasa diresahkan oleh ulah para
preman, kini anda bisa mengadukan langsung ke polisi. Untuk anda yang
berada di wilayah Jakarta Timur, inilah beberapa nomor pejabat
kepolisian resort Jakarta Timur yang bisa anda hubungi secara langsung.
Kapolres Jakarta Timur Kombes Hassanudin 021.68681985 / 8191476
Wakapolres Jakarta Timur AKBP Herry Purnomo 08161403749
Kabag Operasi AKBP Kuncoro Yakti 08161828557/ 70998557
Kabag Binamitra AKBP Sumardi 081398218999
Kabag Min AKBP Sumbono 0818187605
Kasat Intelkam Kompol Sumarman 08161113472
Kasat Reskrim Kompol Roycke Harry Langie 08128949494
Kasat Narkoba Kompol Gembong Yudha 0818181695
Kasat Samapta Kompol L. Sutardi 0818704957
Kasat Lantas AKP I Wayan Gede Ardana 081573014999
Kapolsek Pasar Rebo Kompol Suhartono 087880083967
Kapolsek Pulogadung Kompol P. Simarmata 081811175131
Kapolsek Cakung Kompol Yayat Popon 081382861995
Kaspolsek Ciracas Kompol Ngadiya 0818795174
Kapolsek Duren Sawit Kompol Titik Setyowati 0811184810
Kapolsek Kramat Jati Kompol Patar L Touran 081380541959
Kapolsek Jatinegara AKP Sriyanto 08159585257
Kapolsek Cipayung Kompol Suwandi 081388766222
Kapolsek Makassar AKP Senen 08129447555
"Silakan Anda hubungi kami apabila Anda melihat atau menjadi korban
premanisme. Telepon kami 24 jam," ujar Kapolres Jakarta Timur, Kombes
Hassanudin ketika dihubungi detikcom, Kamis (6/11/2008). (mei/nwk)
13 November 2008
The Beginning of Story -1st Part
Sewaktu Ustadz Yusuf Mansur berdakwah di salah satu kota di Jawa Barat, Alhamdulillah saya termasuk peserta yang hadir, beliau bercerita dialog dengan salah seorang petugas Satuan Pengamanan (Satpam) salah satu Stasiun Pompa Bensin untuk Umum (SPBU).
Mohon ijin kepada pak Ustadz Yusuf Mansur agar memperkenankan saya menceritakan kembali petikan kisah dimaksud (berdasar rekaman dari HP saya), sehingga pengunjung Blog SNIPER Club dapat membaca, meresapi, melaksanakan dan memetik hasilnya.
Berikut petikannya :
Lepas Shalat Ashar saya melintas di satu daerah.. Tertidur di dalam mobil. Saat terbangun, ada tanda pom bensin sebentar lagi. Saya pesen ke supir saya: "Nanti di depan ke kiri ya".
"Masih banyak, Pak Ustadz".
Saya paham. Supir mengira saya pengen beli bensin. Padahal bukan. Saya pengen pipis.
Begitu berhenti dan keluar dari mobil, ada seorang sekuriti.
"Pak Ustadz!". Dari jauh ia melambai dan mendekati saya.
Saya menghentikan langkah. Menunggu beliau. "Pak Ustadz, alhamdulillah nih bisa ketemu Pak Ustadz. Biasanya kan hanya melihat di TV saja?".
Saya senyum aja. Ga ke-geeran, insya Allah, he he he. "Saya ke toilet dulu ya".
"Nanti saya pengen ngobrol boleh Ustadz?"
"Saya buru-buru loh. Tentang apaan sih?"
"Saya bosen jadi satpam Pak Ustadz".
Sejurus kemudian saya sadar, ini Allah pasti yang "berhentiin" saya. Lagi enak-enak tidur di perjalanan, saya terbangun pengen pipis. Eh nemu pom bensin. Akhirnya ketemu sekuriti ini. Berarti barangkali saya kudu bicara dengan dia. Sekuriti ini barangkali "target operasi" dakwah hari ini. Bukan jadwal setelah ini. Begitu pikir saya.
Saya katakan pada sekuriti yang mulia ini, "Ok, ntar habis dari toilet ya".
"Jadi, pegimana? Bosen jadi satpam? Emangnya ga gajian?", tanya saya membuka percakapan. Saya mencari warung kopi, untuk bicara-bicara dengan beliau ini. Alhamdulillah ini pom bensin bagus banget. Ada minimartnya yang dilengkapi fasilitas ngopi-ngopi ringan.
"Gaji mah ada Ustadz. Tapi masa gini-gini aja?"
"Gini-gini aja itu, kalo ibadahnya gitu-gitu aja, ya emang udah begitu. Distel kayak apa juga, agak susah buat ngerubahnya".
"Wah, ustadz langsung nembak aja nih".
Saya meminta maaf kepada sekuriti ini umpama ada perkataan saya yang salah. Tapi umumnya begitu lah manusia. Rizki mah mau banyak, tapi sama Allah ga mau mendekat. Rizki mah mau nambah, tapi ibadah dari dulu ya begitu-begitu saja.
"Udah shalat Ashar?"
"Barusan Pak Ustadz. Soalnya kita kan tugas. Tugas juga kan ibadah, iya ga? Ya saya pikir sama saja".
"Oh, jadi ga apa-apa telat ya? Karena situ pikir kerja situ adalah juga ibadah?"
Sekuriti itu senyum aja.
"Disebut barusan itu maksudnya jam setengah limaan ya? Saya kan baru jam 5 nih masuk ke pom bensin ini", saya mengejar.
"Ya, kurang lebih dah".
"Gini ya Kang. Kalo situ shalatnya jam setengah lima, memang untuk mengejar ketertinggalan dunia saja, jauh tuh.
Butuh perjalanan satu setengah jam andai Ashar ini kayak sekarang, jam tiga kurang dikit. Bila dalam sehari semalam kita shalat telat terus, dan kemudian dikalikan sejak akil baligh, sejak diwajibkan shalat, kita telat terus, maka berapa jarak ketertinggalan kita tuh? 5x satu setengah jam, lalu dikali sekian hari dalam sebulan, dan sekian bulan dalam setahun, dan dikali lagi sekian tahun kita telat. Itu baru telat saja, belum kalo ketinggalan atau kelupaan, atau yang lebih bahayanya lagi kalau bener-benar lewat tuh shalat? Wuah, makin jauh saja mestinya kita dari senang".
Saya katakan pada dia. Jika dia alumni SMU, yang selama ini telat shalatnya, maka kawan-kawan selitingnya mah udah di mana, dia masih seperti diam di tempat. Bila seseorang membuka usaha, lalu ada lagi yang buka usaha, sementara yang satu usahanya maju, dan yang lainnya sempit usahanya, bisa jadi sebab ibadah yang satu itu bagus sedang yang lain tidak.
Saya tanya, "Terus, mau berubah?"
"Mau Pak Ustadz. Ngapain juga coba saya kejar Pak Ustadz nih, kalo ga serius?"
"Ya udah, deketin Allah dah. Ngebut ke Allah nya".
"Ngebut gimana?"
"Satu, benahin shalatnya. Jangan setengah lima-an lagi shalat Asharnya. Pantangan telat. Buru tuh rizki dengan kita yang datang menjemput Allah. Jangan sampe keduluan Allah".
Si sekuriti mengaku mengerti, bahwa maksudnya, sebelum azan udah standby di atas sajadah. Kita ini pengen rizkinya Allah, tapi ga kenal sama Yang Bagi-bagiin rizki. Contohnya ya pekerja-pekerja di tanah air ini.. Kan aneh. Dia pada kerja supaya dapat gaji. Dan gaji itu rizki. Tapi giliran Allah memanggil, sedang Allah lah Tuhan yang sejatinya menjadikan seseorang bekerja, malah kelakuannya seperti ga menghargai Allah. Nemuin klien, rapih, wangi, dan
persiapannya masya Allah. Eh, giliran ketemu Allah, amit-amit pakaiannya, ga ada persiapan, dan tidak segan-segan menunjukkan wajah dan fisik lelahnya. Ini namanya ga kenal sama Allah.
"Yang kedua," saya teruskan. "Keluarin sedekahnya".
Sekuriti itu tertawa. "Pak Ustadz, pegimana mau sedekah, hari gini aja nih, udah pada habis
belanjaan. Hutang di warung juga terpaksa dibuka lagi, alias udah mulai ngambil dulu bayar belakangan".
"Ah, ente nya aja kali yang kebanyakan beban. Emang gajinya berapa?"
"Satu koma tujuh, Pak ustadz".
"Wuah, itu mah gede banget. Maaf ya, untuk ukuran sekuriti, yang orang sering sebut orang kecil, itu udah gede".
"Yah, pan kudu bayar motor, bayar kontrakan, bayar susu anak, bayar ini bayar itu. Emang ga cukup Pak ustadz".
"Itu kerja bisa gede, emang udah lama kerjanya?"
"Kerjanya sih udah tujuh taon. Tapi gede gaji bukan karena udah lama kerjanya. Saya ini kerjanya pagi siang sore malem, ustadz".
"Koq bisa?"
"Ya, sebab saya tinggal di mess. Jadi dihitung sama bos pegimana gitu sampe ketemu angka 1,7jt".
"Terus, kenapa masih kurang?"
"Ya itu, sebab saya punya tanggungan banyak".
"Secara dunianya, lepas aja itu tanggungan. Kayak motor. Ngapain juga ente kredit motor? Kan ga perlu?"
"Pengen kayak orang-orang Pak Ustadz".
"Ya susah kalo begitu mah. Pengen kayak orang-orang, motornya. Bukan ilmu dan ibadahnya. Bukan cara dan kebaikannya. Repot".
Sekuriti ini nyengir. Emang ini motor kalo dilepas, dia punya 900 ribu. Rupanya angsuran motornya itu 900 ribu. Ga jelas tuh darimana dia nutupin kebutuhan dia yang lain. Kontrakan saja sudah 450 ribu sama air dan listrik. Kalo ngelihat keuangan model begini, ya nombok dah jadinya.
"Ya udah, udah keterlanjuran ya? Ok. Shalatnya gimana? Mau diubah?"
"Mau Ustadz. Saya benahin dah".
"Bareng sama istri ya. Ajak dia. Jangan sendirian. Ibarat sendal, lakukan berdua. Makin cakep kalo anak-anak juga dikerahin.. Ikutan semuanya ngebenahin shalat".
"Siap ustadz".
"Tapi sedekahnya tetap kudu loh".
"Yah Ustadz. Kan saya udah bilang, ga ada".
"Sedekahin aja motornya. Kalo engga apa keq".
"Jangan Ustadz. Saya sayang-sayang ini motor. Susah lagi belinya. Tabungan juga ga ada. Emas juga ga punya".
Saya kehabisan akal untuk nembak dia. Tapi saya akan cari terus. Sebab tanggung. Kalo dia hanya betulin shalatnya saja, tapi sedekahnya tetap ga keluar, lama keajaiban itu akan muncul. Setidaknya menurut ilmu yang saya dapat. Kecuali Allah berkehendak lain. Ya lain soal itu mah.
Sebentar kemudian saya bilang sama ini sekuriti, "Kang, kalo saya unjukin bahwa situ bisa sedekah, yang besar lagi sedekahnya, situ mau percaya?". Si sekuriti mengangguk. "Ok, kalo sudah saya tunjukkan, mau ngejalanin?". Sekuriti ini ngangguk lagi. "Selama saya bisa, saya akan jalanin," katanya, manteb.
"Gajian bulan depan masih ada ga?"
"Masih. Kan belum bisa diambil?"
"Bisa. Dicoba dulu".
"Entar bulan depan saya hidup pegimana?"
"Yakin ga sama Allah?"
"Yakin".
"Ya kalo yakin, titik. Jangan koma. Jangan pake kalau".
Sekuriti ini saya bimbing untuk kasbon. Untuk sedekah. Sedapetnya. Tapi usahakan semua. Supaya bisa signifikan besaran sedekahnya. Sehingga perubahannya berasa. Dia janji akan ngebenahin mati-matian shalatnya. Termasuk dia akan polin shalat taubatnya, shalat hajatnya, shalat dhuha dan tahajjudnya. Dia juga janji akan rajinin di waktu senggang untuk baca Al Qur'an. Perasaan udah lama banget dia emang ga lari kepada Allah. Shalat Jum'at aja nunggu komat, sebab dia sekuriti. Wah, susah dah. Dan itu dia aminin. Itulah barangkali yang sudah membuat Allah mengunci mati dirinya hanya menjadi sekuriti sekian tahun, padahal dia Sarjana Akuntansi!
Ya, rupanya dia ini Sarjana Akuntansi. Pantesan juga dia ga betah dengan posisinya sebagai sekuriti. Ga kena di hati. Ga sesuai sama rencana. Tapi ya begitu dah hidup.. Apa boleh buta, eh, apa boleh buat. Yang penting kerja dan ada gajinya.
Bagi saya sendiri, ga mengapa punya banyak keinginan. Asal keinginan itu keinginan yang diperbolehkan, masih dalam batas-batas wajar. Dan ga apa-apa juga memimpikan sesuatu yang belom kesampaian sama kita. Asal apa? Asal kita barengin dengan peningkatan ibadah kita. Kayak sekarang ini, biarin aja harga barang pada naik. Ga usah kuatir.
Ancem aja diri, agar mau menambah ibadah-ibadahnya. Jangan malah berleha-leha. Akhirnya hidup kemakan dengan tingginya harga,. Ga kebagian.
Bersambung.......(The Process-2nd Part)
Mohon ijin kepada pak Ustadz Yusuf Mansur agar memperkenankan saya menceritakan kembali petikan kisah dimaksud (berdasar rekaman dari HP saya), sehingga pengunjung Blog SNIPER Club dapat membaca, meresapi, melaksanakan dan memetik hasilnya.
Berikut petikannya :
Lepas Shalat Ashar saya melintas di satu daerah.. Tertidur di dalam mobil. Saat terbangun, ada tanda pom bensin sebentar lagi. Saya pesen ke supir saya: "Nanti di depan ke kiri ya".
"Masih banyak, Pak Ustadz".
Saya paham. Supir mengira saya pengen beli bensin. Padahal bukan. Saya pengen pipis.
Begitu berhenti dan keluar dari mobil, ada seorang sekuriti.
"Pak Ustadz!". Dari jauh ia melambai dan mendekati saya.
Saya menghentikan langkah. Menunggu beliau. "Pak Ustadz, alhamdulillah nih bisa ketemu Pak Ustadz. Biasanya kan hanya melihat di TV saja?".
Saya senyum aja. Ga ke-geeran, insya Allah, he he he. "Saya ke toilet dulu ya".
"Nanti saya pengen ngobrol boleh Ustadz?"
"Saya buru-buru loh. Tentang apaan sih?"
"Saya bosen jadi satpam Pak Ustadz".
Sejurus kemudian saya sadar, ini Allah pasti yang "berhentiin" saya. Lagi enak-enak tidur di perjalanan, saya terbangun pengen pipis. Eh nemu pom bensin. Akhirnya ketemu sekuriti ini. Berarti barangkali saya kudu bicara dengan dia. Sekuriti ini barangkali "target operasi" dakwah hari ini. Bukan jadwal setelah ini. Begitu pikir saya.
Saya katakan pada sekuriti yang mulia ini, "Ok, ntar habis dari toilet ya".
"Jadi, pegimana? Bosen jadi satpam? Emangnya ga gajian?", tanya saya membuka percakapan. Saya mencari warung kopi, untuk bicara-bicara dengan beliau ini. Alhamdulillah ini pom bensin bagus banget. Ada minimartnya yang dilengkapi fasilitas ngopi-ngopi ringan.
"Gaji mah ada Ustadz. Tapi masa gini-gini aja?"
"Gini-gini aja itu, kalo ibadahnya gitu-gitu aja, ya emang udah begitu. Distel kayak apa juga, agak susah buat ngerubahnya".
"Wah, ustadz langsung nembak aja nih".
Saya meminta maaf kepada sekuriti ini umpama ada perkataan saya yang salah. Tapi umumnya begitu lah manusia. Rizki mah mau banyak, tapi sama Allah ga mau mendekat. Rizki mah mau nambah, tapi ibadah dari dulu ya begitu-begitu saja.
"Udah shalat Ashar?"
"Barusan Pak Ustadz. Soalnya kita kan tugas. Tugas juga kan ibadah, iya ga? Ya saya pikir sama saja".
"Oh, jadi ga apa-apa telat ya? Karena situ pikir kerja situ adalah juga ibadah?"
Sekuriti itu senyum aja.
"Disebut barusan itu maksudnya jam setengah limaan ya? Saya kan baru jam 5 nih masuk ke pom bensin ini", saya mengejar.
"Ya, kurang lebih dah".
"Gini ya Kang. Kalo situ shalatnya jam setengah lima, memang untuk mengejar ketertinggalan dunia saja, jauh tuh.
Butuh perjalanan satu setengah jam andai Ashar ini kayak sekarang, jam tiga kurang dikit. Bila dalam sehari semalam kita shalat telat terus, dan kemudian dikalikan sejak akil baligh, sejak diwajibkan shalat, kita telat terus, maka berapa jarak ketertinggalan kita tuh? 5x satu setengah jam, lalu dikali sekian hari dalam sebulan, dan sekian bulan dalam setahun, dan dikali lagi sekian tahun kita telat. Itu baru telat saja, belum kalo ketinggalan atau kelupaan, atau yang lebih bahayanya lagi kalau bener-benar lewat tuh shalat? Wuah, makin jauh saja mestinya kita dari senang".
Saya katakan pada dia. Jika dia alumni SMU, yang selama ini telat shalatnya, maka kawan-kawan selitingnya mah udah di mana, dia masih seperti diam di tempat. Bila seseorang membuka usaha, lalu ada lagi yang buka usaha, sementara yang satu usahanya maju, dan yang lainnya sempit usahanya, bisa jadi sebab ibadah yang satu itu bagus sedang yang lain tidak.
Saya tanya, "Terus, mau berubah?"
"Mau Pak Ustadz. Ngapain juga coba saya kejar Pak Ustadz nih, kalo ga serius?"
"Ya udah, deketin Allah dah. Ngebut ke Allah nya".
"Ngebut gimana?"
"Satu, benahin shalatnya. Jangan setengah lima-an lagi shalat Asharnya. Pantangan telat. Buru tuh rizki dengan kita yang datang menjemput Allah. Jangan sampe keduluan Allah".
Si sekuriti mengaku mengerti, bahwa maksudnya, sebelum azan udah standby di atas sajadah. Kita ini pengen rizkinya Allah, tapi ga kenal sama Yang Bagi-bagiin rizki. Contohnya ya pekerja-pekerja di tanah air ini.. Kan aneh. Dia pada kerja supaya dapat gaji. Dan gaji itu rizki. Tapi giliran Allah memanggil, sedang Allah lah Tuhan yang sejatinya menjadikan seseorang bekerja, malah kelakuannya seperti ga menghargai Allah. Nemuin klien, rapih, wangi, dan
persiapannya masya Allah. Eh, giliran ketemu Allah, amit-amit pakaiannya, ga ada persiapan, dan tidak segan-segan menunjukkan wajah dan fisik lelahnya. Ini namanya ga kenal sama Allah.
"Yang kedua," saya teruskan. "Keluarin sedekahnya".
Sekuriti itu tertawa. "Pak Ustadz, pegimana mau sedekah, hari gini aja nih, udah pada habis
belanjaan. Hutang di warung juga terpaksa dibuka lagi, alias udah mulai ngambil dulu bayar belakangan".
"Ah, ente nya aja kali yang kebanyakan beban. Emang gajinya berapa?"
"Satu koma tujuh, Pak ustadz".
"Wuah, itu mah gede banget. Maaf ya, untuk ukuran sekuriti, yang orang sering sebut orang kecil, itu udah gede".
"Yah, pan kudu bayar motor, bayar kontrakan, bayar susu anak, bayar ini bayar itu. Emang ga cukup Pak ustadz".
"Itu kerja bisa gede, emang udah lama kerjanya?"
"Kerjanya sih udah tujuh taon. Tapi gede gaji bukan karena udah lama kerjanya. Saya ini kerjanya pagi siang sore malem, ustadz".
"Koq bisa?"
"Ya, sebab saya tinggal di mess. Jadi dihitung sama bos pegimana gitu sampe ketemu angka 1,7jt".
"Terus, kenapa masih kurang?"
"Ya itu, sebab saya punya tanggungan banyak".
"Secara dunianya, lepas aja itu tanggungan. Kayak motor. Ngapain juga ente kredit motor? Kan ga perlu?"
"Pengen kayak orang-orang Pak Ustadz".
"Ya susah kalo begitu mah. Pengen kayak orang-orang, motornya. Bukan ilmu dan ibadahnya. Bukan cara dan kebaikannya. Repot".
Sekuriti ini nyengir. Emang ini motor kalo dilepas, dia punya 900 ribu. Rupanya angsuran motornya itu 900 ribu. Ga jelas tuh darimana dia nutupin kebutuhan dia yang lain. Kontrakan saja sudah 450 ribu sama air dan listrik. Kalo ngelihat keuangan model begini, ya nombok dah jadinya.
"Ya udah, udah keterlanjuran ya? Ok. Shalatnya gimana? Mau diubah?"
"Mau Ustadz. Saya benahin dah".
"Bareng sama istri ya. Ajak dia. Jangan sendirian. Ibarat sendal, lakukan berdua. Makin cakep kalo anak-anak juga dikerahin.. Ikutan semuanya ngebenahin shalat".
"Siap ustadz".
"Tapi sedekahnya tetap kudu loh".
"Yah Ustadz. Kan saya udah bilang, ga ada".
"Sedekahin aja motornya. Kalo engga apa keq".
"Jangan Ustadz. Saya sayang-sayang ini motor. Susah lagi belinya. Tabungan juga ga ada. Emas juga ga punya".
Saya kehabisan akal untuk nembak dia. Tapi saya akan cari terus. Sebab tanggung. Kalo dia hanya betulin shalatnya saja, tapi sedekahnya tetap ga keluar, lama keajaiban itu akan muncul. Setidaknya menurut ilmu yang saya dapat. Kecuali Allah berkehendak lain. Ya lain soal itu mah.
Sebentar kemudian saya bilang sama ini sekuriti, "Kang, kalo saya unjukin bahwa situ bisa sedekah, yang besar lagi sedekahnya, situ mau percaya?". Si sekuriti mengangguk. "Ok, kalo sudah saya tunjukkan, mau ngejalanin?". Sekuriti ini ngangguk lagi. "Selama saya bisa, saya akan jalanin," katanya, manteb.
"Gajian bulan depan masih ada ga?"
"Masih. Kan belum bisa diambil?"
"Bisa. Dicoba dulu".
"Entar bulan depan saya hidup pegimana?"
"Yakin ga sama Allah?"
"Yakin".
"Ya kalo yakin, titik. Jangan koma. Jangan pake kalau".
Sekuriti ini saya bimbing untuk kasbon. Untuk sedekah. Sedapetnya. Tapi usahakan semua. Supaya bisa signifikan besaran sedekahnya. Sehingga perubahannya berasa. Dia janji akan ngebenahin mati-matian shalatnya. Termasuk dia akan polin shalat taubatnya, shalat hajatnya, shalat dhuha dan tahajjudnya. Dia juga janji akan rajinin di waktu senggang untuk baca Al Qur'an. Perasaan udah lama banget dia emang ga lari kepada Allah. Shalat Jum'at aja nunggu komat, sebab dia sekuriti. Wah, susah dah. Dan itu dia aminin. Itulah barangkali yang sudah membuat Allah mengunci mati dirinya hanya menjadi sekuriti sekian tahun, padahal dia Sarjana Akuntansi!
Ya, rupanya dia ini Sarjana Akuntansi. Pantesan juga dia ga betah dengan posisinya sebagai sekuriti. Ga kena di hati. Ga sesuai sama rencana. Tapi ya begitu dah hidup.. Apa boleh buta, eh, apa boleh buat. Yang penting kerja dan ada gajinya.
Bagi saya sendiri, ga mengapa punya banyak keinginan. Asal keinginan itu keinginan yang diperbolehkan, masih dalam batas-batas wajar. Dan ga apa-apa juga memimpikan sesuatu yang belom kesampaian sama kita. Asal apa? Asal kita barengin dengan peningkatan ibadah kita. Kayak sekarang ini, biarin aja harga barang pada naik. Ga usah kuatir.
Ancem aja diri, agar mau menambah ibadah-ibadahnya. Jangan malah berleha-leha. Akhirnya hidup kemakan dengan tingginya harga,. Ga kebagian.
Bersambung.......(The Process-2nd Part)
Langganan:
Postingan (Atom)
Berbisnis Santun ala SNIPER Club
Review growurl.com
Bingung mau kirim iklan via online?
Bingung cari agen iklan online?
Bingung dengan biaya iklan?
Tidak usah kuatir, ada growurl.com.
Situs itu luar biasa banget ngebantu memecahkan kebingungan bro and sis.
Masuk aja ke http://growurl.com, terus register dengan data yang bener. Selesai dech.
Dengan sekali klik "submit" aja, sebuah iklan langsung terkirim ke lebih dari 120 layanan iklan. Sudah gitu gratis lagi, bro and sis nggak perlu ngeluarin duit seperakpun.
Hebat khan? Simpel, cepet and yang utama grateeeeeeeessss.
Terimakasih growurl.......
Bingung cari agen iklan online?
Bingung dengan biaya iklan?
Tidak usah kuatir, ada growurl.com.
Situs itu luar biasa banget ngebantu memecahkan kebingungan bro and sis.
Masuk aja ke http://growurl.com, terus register dengan data yang bener. Selesai dech.
Dengan sekali klik "submit" aja, sebuah iklan langsung terkirim ke lebih dari 120 layanan iklan. Sudah gitu gratis lagi, bro and sis nggak perlu ngeluarin duit seperakpun.
Hebat khan? Simpel, cepet and yang utama grateeeeeeeessss.
Terimakasih growurl.......