WELCOME TO SNIPER DEPOK CLUB BLOG

Terimakasih anda telah berkunjung ke blog kami.
Blog SNIPER Club berisi 8 kolom informasi yang disebut "Pojok." Ada Pojok Pengumuman, Pojok Renungan, Pojok Mejeng, Pojok Ngocol, Pojok Anti Crime, Pojok Sehat, Pojok Ekubank dan Pojok Tunggangan.

Pojok-Pojok itu tidak hanya bisa dibaca, bro and sis serta pengunjung Blog juga dapat mengirimkan tulisannya ke kolom tersebut karena Blog ini terbuka untuk umum dalam mengungkapkan buah pemikiran.

Tak ada gading yang tak retak, kami tetap perlu komentar dan masukan positif dari para pengunjung yang terhormat, demi makin baiknya contents maupun tampilan blog Sniper Club.

Salam SNIPER



Tampilkan postingan dengan label POJOK MEJENG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label POJOK MEJENG. Tampilkan semua postingan

17 Februari 2009

Bayi Ciwidey.


Lah....koq bawa bayi waktu touring ke Ciwidey?
Bukan bayi beneran koq, tapi bayi tua.
Coba peratiin tampilan bro Ketan (Ketua Harian) Club SNIPER di foto ini, sepintas kaya' pake topi bayi khan?
Oeeeek....oeeeeeek, jangan marah ya bro Deddy/SNIPER 007, bisa kena stroke klo pemarah.
Selain itu, ntar kualat lho klo marahin bro Admin. Khan tuaan kita dibanding bro Ketan, he...he..ngejayus dikit mumpung di luar pulau Jawa jadi gak bisa dijitak bro Deddy.

Bayi Ciwidey.

Lah....koq bawa bayi waktu touring ke Ciwidey?
Bukan bayi beneran koq, tapi bayi tua

Manusia ikan Ciwidey






Heran dech, kenapa ya para SNIPER itu doyan banget maen air setiap ngadain touring, termasuk waktu di Ciwidey 14 - 15 Februari 2009.
Gak bisa ngeles and gak bakal bisa ngebantah fakta itu, bukti foto udah bicara koq.
Ngomong-ngomong soal bukti, peratiin dech foto yang paling atas ama yang nomor dua.
Sama-sama doyan maen air khan?

Pasangan Ciwidey





Masih seputar touring ke Ciwidey. Beberapa SNIPER bawa pasangannya, dengan berbagai alasan. Ada yang karena setia, ada yang ngelaba, tapi ada juga yang kepaksa (pasangannya maksa ikut biar si bro gak bisa macem-2, he..he...emang enak).
Terlepas dari alasannya, Club SNIPER selalu mengutamakan keharmonisan hubungan rumah tangga para anggotanya. Sebab, jika ngatur kerukunan rumah tangga aja gak bisa, gimana mo ngatur anggota atau Club? Tullll gak? Lho.....koq malah ceramah.

Gak usah touring jauh-jauh ke Sulawesi, Sumatera, Bali ato lainnya. Yang deket aja tetap setia didampingi pasangan tercinta, apalagi touring jauh.
Bravo Club SNIPER, langgenglah kerukunan diantara keluarga besar Club.

Ciwidey.......here we come.



Wah....asyik banget lho refreshing ke Ciwidey, ada 15-an motor para SNIPER yang ke sana pada tanggal 14 s/d 15 Februari 2009.
Alhamdulillah berangkat dan pulang semua selamat, meski bro Ibnu/SNIPER 004 sedikit lecet karena tunggangannya rada' membangkang and pengen istirahat sebentar di pinggir jalan.
Mo tau sapa aja yang jalan-jalan ke sana? Nich....silakan diplototin karena fotonya keciiiiiiil banget.

10 Februari 2009

Obrolan Fotografer

Bro and sis yang tercinta; kita beruntung karena ada fotografer yang berkunjung ke Blog SNIPER Club dan mau sharing knowledge untuk kita semua. Perkara masuk ke Blog kita karena nyasar alias gak sengaja sich, soal lain. Yang jelas saat saya berkomunikasi dengan sang fotografer berpanggilan akrab bro Parjan Cipta, ternyata beliau ramah banget lho. Dan yang penting ini; beliau bisa kasih harga kekeluargaan alias diskon abiiiiiz klo ada dari anggota ato keluarga anggota SNIPER Club yang pengen berfoto ria dalam suatu event. Tertarik? Hubungi bro Parjan Cipta di nomor 021-92264899.

Saat ini semua orang bisa memotret dan pasti berhasil. Setidaknya hasil gambarnya bisa terlihat. Berbeda dengan fotografi pada waktu yang lalu. Seorang fotografer harus memahami betul cara memotret dengaan benar. Singkatnya fotografer jaman dulu haruslah benar-benar seorang yang menguasai kamera, setidaknya kemampuan tersebut harus dimiliki selain kemampuan teknikal dan non teknikal.

Memang sangat beruntung para "fotografer" sekarang ini. Teknologi digital telah menolong mereka untuk bisa berkarya dengan segudang kemudahan. Ada diantara para "fotografer" tersebut yang sayangnya justru mengandalkan kemampuan digital saja, tanpa mau mengenal atau menggali esensi dari fotografi yang sebenarnya. Mereka telah dimanjakan dengan kecanggihan olah digital. Hasilnya memang sangat beragam, namun rata-rata tidak memiliki "jiwa".

Saya pribadi pernah menjadi "korban" kemudahan fotografi digital. Saat ini justru saya sangat menggandrungi fotografi analog. Dalam fotografi analog ada hal yang tidak dapat digantikan dengan olah digital. Salah satunya adalah Grain atau bintik yang unik dari film memberikan efek yang sangat khas. Meskipun pada program pengolah digital disediakan efek grain, namun tetap jauh berbeda dengan grain yang dihasilkan oleh film. Sekilas, mungkin ini tidak memberikan pengaruh yang mencolok. Apabila kita cermati lebih jauh ternyata susunan bintik ini yang memberikan kekuatan kedalaman gambar (Depth Of Field).


Memang grain bukan satu-satunya faktor yang membuat DOF (Depth Of Field) lebih nyata, banyak faktor lain, misalnya ukuran dan setting lensa, ukuran media perekam (film, CCD/CMOS) dan beberapa faktor teknis lainnya. Tidak semua gambar/foto harus memiliki DOF, akan tetapi dengan penggunaan fasilitas atau kemampuan DOF gambar memiliki dampak 3 dimensi yang bisa mengarahkan cerita yang diinginkan fotografer.


Mungkin ada baiknya saya memberikan contoh yang nyata. Jika anda memotret menggunakan HP atau Kamera saku, gambar yang didapat menjadi flat, dikarenakan ukuran lensa dan media perekamnya tidak memungkinkan adanya DOF. Umumnya kalau menggunakan mode autofocus. Flat yang saya maksud adalah semua yang terlihat di lembar foto nampak jelas, tidak dibedakan benda yang jauh maupun yang dekat bahkan obyek utamanya terlihat sama dengan yang lain.

Jika kita hendak memberikan tekanan pada obyek utama agar lebih "terbaca", maka salah satu cara yang paling komunikatif adalah membedakan kedalaman gambar, kemudian benda-benda pendukungnya terlihat lebih soft, baik yang dibelakang maupun di depan obyek utama. Pada umumnya hal ini diterapkan pada foto jurnalistik. Meskipun banyak dipakai untuk fotografi artistik dan lain-lain, namun maksud utamanya adalah mengarahkan mata pemirsa pada "Cerita Utama" pada foto tersebut.

Kalau anda tidak bosan, akan saya teruskan tulisan ini dilain waktu. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca dan berbagi dengan saya.

15 Desember 2008

Tampang Ujung Genteng






Mo tau nggak sapa aja SNIPER yang ke Ujung Genteng? Foto-foto yang ada cuman sebagian kecil aja lho dari sekian ratus peserta, SNIPER yang lainnya mohon maaf nggak sempet dimuat karena ntar nggak cukup halaman blog-nya and jangan-jangan malah jadi hang nich servernya karena kebanyakan tampang Ujung Genteng, he..he..he.

Nikmatnya makan di Ujung Genteng





Masa' cuman maen air, nyemplak tunggangan, tidur doank sich di ujung genteng? Kapan makannya, emang onta yang tahan nggak makan and minum berhari-hari?
So pasti lah, perut para SNIPER kudu diisi. Cuman, emang macem-macem sich yang dimakan, tergantung selera. Klo lagi laper berat diganjel ama ikan gede banget, tapi klo untuk cemilan, ya...liat aja dech yang ada di baskom......

Tunggangan para SNIPER





Nggak adil dech klo nggak ditongolin tunggangan para SNIPER yang udah berjasa besar nganter berangkat and pulang dari Ujung Genteng. Tapi, ntar dulu....coba perhatiin, koq ada bro SNIPER yang tunggangannya bukan Pulsar sich?

Masih soal main air



Blom selesai lho cerita maen airnya. Liat aja....

Main Air






Umur para SNIPER sich boleh-boleh aja pada toku, tapi klo soal main air dijamin balita aja kalah dech.

Do'a? Wajib donk.....



Biarpun masih banyak pihak yang menganalogikan Club Sepeda Motor itu identik dengan kekerasan, tapi para SNIPER tidak perlu membantah apalagi mewartakan ke koran-koran bahwa SNIPER Club bener-bener jauh.....dari stigma negatif itu.
Nggak percaya?
Simak aja foto sebelum berangkat, yap...mereka berdo'a dulu sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.
So, klo udah segitu religiusnya, bagaimana mungkin orang percaya klo SNIPER Club itu isinya orang-orang brutal?

Indahnya Ujung Genteng



Sesuai rencana, tanggal 13 dan 14 Desember 2008 para SNIPER berangkat ke Ujung Genteng. Subhanallah, Allahu Akbar, luar biasa indah tempat itu. Nich...sedikit oleh-oleh betapa Allah Maha Agung dengan memberikan pemandangan luar biasa saat matahari mo terbenam and saat matahari mo terbit.

28 November 2008

Tampang Hepi.........






Jaman lagi krisis keuangan global nggak berarti tampang para SNIPER ditekuk abis or disedih-sedihin. Tapi bukan berarti nggak peduli lho. Kalo lagi ngumpul dengan anggota SNIPER yang lain saat outdoor activity, bagaimana mungkin tampang nggak sumringah?

Pola Hidup Sederhana





Sebagai bentuk keprihatinan global financial crisis, para SNIPER waktu ke Cilumpang nggak makan di restoran mewah tapi cukup di tempat makan murah meriah. Inilah bukti bukan janji yang telah dilaksanakan para SNIPER terhadap himbauan pemerintah agar tidak bermewah-mewah di masa banyak saudara-saudara kita yang hidup susah.

SNIPER Happy Family






Biar cuman jalan-2 ke Cilumpang, yang pasti peserta happy banget. Sayangnya nggak semua anggota SNIPER yang ikut ke sana. Gak pa pa dech, next time kaleeee.

Berbisnis Santun ala SNIPER Club

Review growurl.com

Bingung mau kirim iklan via online?
Bingung cari agen iklan online?
Bingung dengan biaya iklan?

Tidak usah kuatir, ada growurl.com.
Situs itu luar biasa banget ngebantu memecahkan kebingungan bro and sis.
Masuk aja ke http://growurl.com, terus register dengan data yang bener. Selesai dech.
Dengan sekali klik "submit" aja, sebuah iklan langsung terkirim ke lebih dari 120 layanan iklan. Sudah gitu gratis lagi, bro and sis nggak perlu ngeluarin duit seperakpun.
Hebat khan? Simpel, cepet and yang utama grateeeeeeeessss.
Terimakasih growurl.......